Rabu, 07 November 2012

APBN 2013 Masih Buka Peluang Korupsi


APBN 2013 Masih Buka Peluang Korupsi

JAKARTA, KOMPAS.com - Permasalahan APBN 2013 dinilai tak berbeda dengan APBN 2012 , yakni terjadi kekeliruan dalam perencanaan. APBN 2013 dinilai sama sekali tidak menggubris fakta-fakta bahwa APBN 2012 membiarkan peluang korupsi yang luar biasa massif.
"Dengan kata lain, pemerintah sebagai perencana anggaran telah merencanakan korupsi dalam APBN," kata anggota Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR Fahri Hamzah di Jakarta, Rabu (31/10/2012).
Fahri memberi contoh alokasi anggaran di Kementerian Pemuda dan Olahraga. Anggaran fungsi pendidikan di Kementerian itu dalam APBN 2013 jauh lebih besar dibandingkan alokasi anggaran untuk tugas, pokok, dan fungsinya yaitu pemuda dan olahraga.
"Anehnya, pengalokasian anggaran fungsi pendidikannya tanpa sepengetahuan Komisi X. Disinyalir hal seperti ini juga terjadi di 18 kementrian dan lembaga lainnya. Jadi tidak aneh jika kasus proyek Hambalang mempertontonkan bagaimana sebuah proposal yang beredar di antara eksekutif dan sebagian anggota DPR serta calo anggaran tanpa perencanaan apapun kecuali untuk membobol APBN," kata Fahri.
Fahri menambahkan, lemahnya perencanaan anggaran di pemerintah pusat dan ketidakberanian mengatur anggaran, membuat hak alokasi APBN oleh anggota DPR menjadi liar. Jika hak alokasi ini tidak diakomodasi secara resmi dan Pemerintah membiarkan negosiasi alokasi menjadi permainan, kata dia, maka sama saja dengan menyiapkan tangkapan koruptor.
Anggota Komisi VII DPR itu menilai, tidak banyak perubahan dalam APBN 2013 dibanding APBN 2012, baik asumsi makro ekonomi maupun kebijakan anggaran yang tergambar dalam batang tubuh APBN sendiri. Pemerataan pembangunan belum mencakup ke pelosok daerah.
Dalam hal kebijakan pengalokasian anggaran belanja pemerintah pusat, tambah politisi PKS itu, belum terlihat ada terobosan. Belanja pemerintah pusat masih didominasi oleh belanja pegawai sebesar Rp 241.121 miliar, belanja barang Rp 159.997 miliar, dan belanja subsidi Rp 274 miliar.
"Jika digabungan ketiga belanja ini sudah menyerap hampir separuh dari total belanja pemerintah. APBN 2013 tidak memperlihatkan terobosan kebijakan yang signifikan untuk merubah pola belanja pemerintah pusat yang selama ini juga sudah diterapkan dalam APBN 2012 ," ujar Fahri. 

Sumber :
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2012/10/31/12341062/Fahri.APBN.2013.Masih.Buka.Peluang.Korupsi





Analisa : menurut saya penggunaan APBN harusnya secara tepat dan cermat agar APBN tersebut dapat berguna bagi banyak masyarakat. Seharusnya penggunaan APBN tersebut dapat di lakukan secara terbuka jika perlu digunakan suatu site khusus agar masyarakat dapat turut mengawasi . 

Sabtu, 03 November 2012

PKL Salah Satu Penyumbang Tersebesar Perekonomian Indonesia


PKL Salah Satu Penyumbang Tersebesar

 Perekonomian Indonesia




Batam- Salah satu penyumbang terbesar perekonomian Indonesia adalah keberadaan Pedagang Kaki Lima (PKL). Karena besarnya sumbangan PKL, pemerintah akan berusaha mengembangkan keberadaanya dan menjaganya agar tidak tergusur.

“Saya tidak ingin melihat kota rapi, tapi kami melakukan penggusuran para PKL. Kota memang harus rapi, tapi para PKL tidak boleh digusur,” kata Hatta Rajasa selaku Menteri Koordinator Perekonomian saat berkunjung ke Batam, kemarin.

Hatta juga menuturkan, keberadaan PKL tidak akan mungkin dihilangkan dari sebuah negara. “Di negara manapun PKL ada, mereka ditempatkan (diberikan tempat) dan usaha berbasis kreatif dan sebagainya,” ujar Hatta.
 
Hatta juga menghimbau agar para PKL tersebut diberikan kesempatan dan dibina oleh pemerintah, sehingga mereka dapat berkontribusi tanpa perlu adanya pertentangan mengenai masalah penggusuran.

“Kemitraan menjadi kata kunci. Tanpa kemitraan PKL tidak bisa efektif,” kata Hatta.
Menurut Hatta, perbankan selayaknya memberikan bantuan terhadap para PKL. Ini harus dilakukan sesegera mungkin agar para PKL tersebut dapat naik, menjadi sebuah usaha yabg lebih tinggi.

Sumber :

Analisa :  Terdapat sangat banyak Pedagang Kaki Lima yang ada di indonesia. Hal ini memungkinkan mereka menjadi salah satu penyumbang perekonomian di Indonesia. Hal yang selama ini pemerintah lakukan dengan menggusur para PKL itu tidak lah terlalu patut. Hal yang sebaiknya dilakukan adalah menertibkan para pedagang tersebut dan di sosialisasikan bagaimana caranya agar mereka dapat berdagang lebih tertib dan tidak mengganggu kenyamanan bersama.

Jumat, 02 November 2012

Menko Perekonomian Ajak Perguruan Tinggi Kembangkan Industri Kreatif

Menko Perekonomian

Ajak Perguruan Tinggi Kembangkan Industri Kreatif



Bandung - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengajak semua perguruan tinggi negeri ataupun swasta (PTN/PTS) di Provinsi Jawa Barat untuk bersama-sama mengembangkan Provinsi Jabar menjadi sebuah kawasan basis industri kreatif di Indonesia.

 
"Ke depannya itu bisa menjadi basis industri kreatif, entah itu untuk bidang animasi, film, kerajinan, apapun namanya yang bersumber dari kreativitas," kata Menko Perekonomian saat memberikan kuliah umum tentang bagaimana menggerakkan perekonomian nasional melalui wirausaha ekonomi kreatif di Universitas Pasundan (Unpas) Bandung, Selasa (23/10/2012).
 

Ia menghimbau agar perguruan tinggi di Provinsi Jabar harus turut serta dalam mengisi kekurangan jumlah pengusaha muda di Indonesia. Pasalnya jumlah pengusaha muda di Indonesia masih sedikit dan tidak sebanding dengan jumlah penduduk yang ada di Indonesia.

"Bangsa ini penting mengembangkan kewirausahaan. Korea dan Jepang fokus dan peduli dalam pengembangan SDM. Negara tetangga kita, Malaysia pada tahun 70-an menyekolahkan SDM-nya ke ITB untuk membangun negaranya, kita tidak boleh tertinggal," tuturnya.

Apabila perguruan tinggi tidak mengembangkan kewirausahaan, sambungnya, maka akan terjadi kejomplangan ekonomi yang tinggi. "Karena manusianya tidak kreatif akhirnya jadi tamu di negeri sendiri, kita hanya jadi pasar bagi asing," tegasnya.

Menurutnya, Bandung dapat dijadikan sebagai pusat kreativitas tujuan wisatawan dunia karena selama ini kota tersebut dikenal sebagai pusat industri kreatif di Indonesia. Pasalnya di Bandung banyak berkembang industri musik, pembuatan kaos dan kuliner.

Oleh karena itu, sambungnya, Bandung akan dijadikan pusat ekonomi kreatif khususnya pelaku dari mahasiswa dan rencana ini dilakukan sebagai upaya menumbuhkan wirausaha muda.

"Kita akan membuat ajang ekonomi kreatif mahasiswa yang besar dan akan menjadi role model pengembangan pengusaha," ungkapnya.

Ia optimis, jika wirausaha yang kreatif dan inovasi bertambah jumlahnya dan disertai dengan peningkatan nilai investasi maka pertumbuhan ekonomi Indonesia akan terus meningkat dan pada tahun 2025 nanti pendapatan per kapita RI bisa mencapai US$ 16.000.


Sumber :




Analisa :  Pengembangan. Industri kreatif di Indonesia sangat penting. Mengingat banyaknya populasi yang ada di Indonesia. Hal ini sendiri dapat memperbanyak lapangan pekerjaan yang ada di Indonesia. Kebanyakan Mahasiswa zaman sekarang berfikir untuk mencari pekerjaan dan bukan untuk menciptakan lapangan kerja itu sendiri. Hal ini sebenarnya sangat perlu dibina bahkan bukan dari jenjang Universitas, melainkan dari Sekolah Dasar.

Kepemilikan Toko Modern Dibatasi


Kepemilikan Toko Modern Dibatasi


JAKARTA, KOMPAS.com- Kementerian Perdagangan membatasi kepemilikan toko modern maksimum 150 gerai.Aturan pembatasan kepemilikan gerai diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 68 Tahun 2012. Ketentuan tersebut ditandatangani Menteri Perdagangan Gita Wirjawan pada 29 Oktober lalu. Dalam pasal 3 permendag tersebut secara tegas disebutkan toko modern yang dapat dimiliki dan dikelola sendiri maksimum 150 gerai. Jika sudah melebihi maka pendirian gerai tambahan wajib diwaralabakan minimal 40 persen dari jumlah gerai yang ditambahkan.
Jenis toko modern yang diatur dalam Permendag itu adalah toko dengan sistem pelayanan mandiri, menjual berbagai jenis barang secara eceran yang dapat berbentuk minimarket (luas gerai maksimum 400 meter persegi), supermarket (luas gerai maksimum 1.200 meter persegi), department store, hypermarket ataupun grosir yang berbentuk perkulakan dengan luas gerai maksimum 2.000 meter persegi.
Meski menyebutkan angka secara tegas, namun permendag tersebut juga memberi kelonggaran. Dalam pasal 4 disebutkan pemberi waralaba dan penerima waralaba yang telah memiliki gerai 150 namun belum memperoleh keuntungan mendapat pengecualian ketentuan pembatasan tersebut. Pengecualian itu dibuktikan dengan laporan keuangan yang diaudit akuntan publik yang ditetapkan oleh menteri. Pengecualian juga be rlaku bagi pemberi waralaba yang tidak mendapatkan mitra usaha berdasarkan penilai tim penilai. 


Analisa : Toko Modern memang harus dibatasi. menurut saya bukan membuka gerai gerai baru toko modern. Tetapi alangkah baiknya jika memodernkan pasar tradisional yang ada. Agar Pasar pasar tersebut menjadi lebih bersih dan lebih nyaman.

Konsumen RI paling Percaya Diri Di Dunia


Konsumen RI paling Percaya Diri Di Dunia


JAKARTA, KOMPAS.com- Meski ekonomi dunia tengah lesu, konsumen Indonesia tetap percaya diri. Hal itu terungkap dari hasil riset Nielsen yang menempatkan tingkat kepercayaan konsumen Indonesia tertinggi di dunia. Keyakinan itu menjadi peluang bisnis yang menjanjikan bagi kalangan dunia usaha.
Berdasarkan Global Consumer Confidence Index yang dirilis Nielsen di Jakarta, Rabu (31/10/2012), indeks keyakinan konsumen Indonesia sepanjang Triwulan III tercatat 119 poin. Meski turun 1 poin dibandingkan indeks pada Triwulan II, indeks tersebut tetap menempati peringkat teratas di antara 58 negara yang di survei oleh Nielsen. Rata-rata indeks konsumen global tercatat 92 poin.
Managing Director Nielsen Indonesia Catherine Eddy mengatakan, sepanjang tahun ini kepercayaan konsumen Indonesia tergolong stabil. Pada triwulan I tercatat 118 poin, sementara triwulan II naik menjadi 120 poin dan triwulan III di level 119 poin.
"Konsumen RI masih tercatat sebagai konsumen paling optmistis di dunia bersama dengan India," paparnya.
Survei Nielsen mengungkap sebanyak 80 persen konsumen online Indonesia percaya keadaan keuangan mereka akan baik bahkan sangat baik selama 12 bulan ke depan. Sebanyak 57 persen konsumen juga menilai 12 bulan ke depan adalah saat yang tepat membeli keinginan atau kebutuhan mereka.
"Ini menjadi pertanda baik bagi peluang bisnis di Indonesia," katanya. 
sumber : 


 Analisa :  Hal Tersebut diatas memang terbukti dengan tetap tingginya tingkat konsumsi masyarakat Indonesia di tengah terpuruknya kondisi ekonomi dunia. Tetapi kepercayaan diri tersebut juga dapat menguntungkan Indonesia karena karena hal tersebut Indonesia menjadi salah satu dari sedikit negara yang mengalami pertumbuhan ekonomi.