Kamis, 07 April 2011

BAGAIMANAKAH STRATEGI DAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN EKONOMI DI INDONESIA

BAGAIMANAKAH STRATEGI DAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN
EKONOMI DI INDONESIA


A. Strategi Pembangunan 
 
Kerjasama antar wilayah yaitu melakukan kerja sama antar wilayah baik wilayah dengan banyak kota” besar seperti pulau jawa dengan papua dan semua wilayah di Indonesia. Hal ini berguna untuk menyeimbangkan kemajuan – kemajuan yang ada. Agar tidak ada jenjang yang cukup tinggi dalam erekonomian daerah.
Orientasi pembangunan Indonesia ke depan yaitu pemerintah harus berfikir dan berorientasi apa yang mungkin akan terjadi pada perkonomian indonesia kedepannya agar dapat dilakukan pula tindakan – tindakan yang mendukung perekonomian tersebut agar berjalan dengan lancar.
Ancaman dan peluang dari globalisasi ekonomi terhadap Indonesia yaitu pemerintah maupun pihak swasta dapat bersama – sama melihat ancaman maupun memanfaatkan peluang yang terjadi pada saat globalisasi seperti ini agar dapat memajukan kondisi perekonomian indonesia.salah satu contohnya yaitu dengan melakukan Kampanye Cinta Produk Indonesia ; Ekspansi Ekonomi ke Luar Negeri ; Industri Strategis ; Money Market ; Tax .

B. Faktor yang mempengaruhi Strategi pembangunan

Sumber daya Alam, Jumlah dan Kualitas Penduduk, Modal, dan sikap ataupun Mental masyarakat. Semua itu dapat mempengaruhi strategi pembangunan ekonomi.

C. Strategi Pembangunan yang Harus Diterapkan

Pertama, mengembangkan koridor pembangunan ekonomi Indonesia dengan cara membangun pusat-pusat perekonomian di setiap pulau. Selain mengembangkan klaster industri berbasis sumber-sumber superior. Baik komoditas maupun sektor.
Koridor pembangunan ekonomi Indonesia terbagi dalam empat tahap. Mengindentifikasikan pusat-pusat perekonomian, misalnya ibukota provinsi. Menentukan kebutuhan pengubung antara pusat ekonomi tersebut, seperti trafik barang.
Kemudian validasi untuk memastikan sejalan dengan pembangunan nasional, yakni pengaturan area tempat tinggal dengan sistem infrastruktur serta fasilitas. Juga menentukan hubungan lokasi sektor fokus, guna menunjang fasilitas. Misal menghubungkan area pertambangan dengan kawasan pemrosesnya.
Kedua, memperkuat hubungan nasional baik secara lokal maupun internasional. Hal ini bisa mengurangi biaya transaksi, menciptakan sinergi antara pusat-pusat pertumbuhan dan menydari perlunya akses-akses ke sejumlah layanan. Seperti intra dan inter-konektivitas antara pusat pertumbuhan serta pintu perdagangan dan pariwisata internasional.
Integrasi ekonomi merupakan hal terbaik untuk mencapai keuntungan langsung dari konsentrasi produksi. Serta dalam jangka panjang, meningkatkan standar kehidupan. Saat ini, aktivitas ekonomi Indonesia terpusat di kota-kota, khususnya Jawa dan Sumatra. Fasilitas transportasi yang terbasa menyebabkan area industri tak menjangkau pelosok.
Pada jangka pendek, proyek-proyek yang perlu dibangun di Jawa adalah TransJawa, TransJabodetabek, kereta jalur dua, Tanjung Priok. Pembangunan tersebut diharapkan bisa berdampak langsung mengurangi kemiskinan di Jawa yang melebihi 20 juta jiwa, dua kali populasi miskin Sumatra yang sekitar tujuh juta jiwa. Pembangunan infrastruktur di Jawa bisa mempercepat pertumbuhan ekonomi.
Ketiga, mempercepat kapabilitas teknologi dan ilmu pengetahuan nasional atau Iptek. Selain tiga strategi utama ini, juga ada beberapa strategi pendukung seperti kebijakan investasi, perdagangan dan finansial.
Beberapa elemen utama di sektor Iptek adalah meningkatkan kualitas pendidikan termasuk pendidikan kejuruan tinggi serta pelatihannya. Meningkatkan level kompetensi teknologi dan sumber daya ahli. Peningkatan aktivitas riset dan pengembangan, baik pemerintah maupun swasta, dengan memberikan insentif serta menaikkan anggaran.
Kemudian mengembangkan sistem inovasi nasional, termasuk pembiayaannya. Saat ini, masalah utama yang dihadapi adalah kemampuan riset dan pengembangan yang digunakan untuk mencari solusi teknologi. Kemampuan pengguna untuk menyerap teknologi yang ada. Serta transaksi antara riset dan pengembangan sebagai pemasok solusi teknologi dengan penggunanya tak terbangun dengan baik.
Selain tiga koridor, terdapat tiga tahap dalam visi ekonomi Indonesia. Pada 2011-2014, persiapan dan pembangunan konsensus untuk mempercepat pembangunan ekonomi. Pada 2015-2025, implementasi program-program percepatan ekonomi. Kemudian 2025-2045, mempertahankan pembangunan yang berdasarkan ekonomi tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar