Senin, 10 Januari 2011

KARAKTERISTIK ASING YANG MEMPENGARUHI BISNIS INTERNASIONAL

KARAKTERISTIK ASING YANG MEMPENGARUHI
BISNIS INTERNASIONAL

 
Perdagangan bebas pada era globalisasi sekarang ini merupakan suatu keharusan yang tidak dapat dihindari oleh suatu negara, karena tanpa itu suatu negara tidak akan mampu untuk dapat bertahan di persaingan ekonominya.
Peran perdagangan bebas dalam proses pembangunan ekonomi, baik secara langsung maupun tidak langsung adalah dapat meningkatkan pendapatan, membuka kesempatan kerja, meningkatkan penghasilan devisa, mentransfer modal dan teknologi dari dan ke luar negeri, dan dapat mengembangkan industri baru didalam negeri.
Tingkat daya saing ini diukur berdasarkan nilai tenaga kerja yang sifatnya homogen.
Menurut Teori Keunggulan Komparatif, bahwa suatu negara akan mengkhususkan diri pada ekspor barang tertentu bila negara tersebut memiliki suatu keunggulan terbesar, dan akan mengkhususkan diri pada impor barang tersebut memiliki kerugian komparatif (comparative disadvantage). Teori ini pada dasarnya menyatakan bahwa nilai suatu barang ditentukan oleh banyaknya tenaga kerja yang dikerahkan untuk memproduksi barang tersebut. Makin banyak yang dikerahkan untuk memproduksi suatu barang, makin mahal barang tersebut .
Karakteristik perusahaan lebih mudah dikontrol oleh pihak manajemen perusahaan dibandingkan dengan faktor lingkungan. Karakteristik perusahaan akan menentukan keunggulan komparatif perusahaan. Karakteristik perusahaan terdiri dari ukuran perusahaan, pengalaman ekspor, kemampuan dalam perdagangan internasional, hal ini akan mempengaruhi kinerja ekspor perusahaan tersebut. Hasil studi menunjukan bahwa kinerja ekspor yang tinggi sangat dipengaruhi oleh karakteristik perusahaan.
Adapun yang menjadi fokus dari kajian ini dilihat dari dua faktor yaitu faktor eksternal dan internal. Faktor ekternal terdiri dari kebijaksanaan pemerintah, sosial budaya, dan politik. Sedangkan dari faktor internal terdiri dari ukuran perusahaan, pengalaman ekspor, motif proaktif, motif reaktif dan strategi efisiensi biaya. Kedua faktor ini merupakan independent dari penelitian ini. Untuk dependent variabelnya adalah kinerja perusahaan. Keterkaitan antara faktor eksternal dan faktor internal perusahaan mempengaruhi Bisnis Internasional. Dari semua variabel dari faktor eksternal dan internal ini, perusahaan di Indonesia dapat mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi kinerjanya selama ini.
Budaya, Karena budaya yang bervariasi, tentunya perusahaan harus mempelajari budaya dari negara asing tersebut, sebelum terlibat dalam bisnis disana. Keputusan yang buruk dapat di akibatkan oleh penilaian yang tidak semestinya atas selera, kebiasaan, dan adat istiadat suatu negara.
Sistem ekonomi, Suatu perusahaan harus menyadari jenis sistem ekonomi yang digunakan di negara manapun dimana perusahaan mempertimbangkan untuk melakukan permulaan ataupun pengembangan bisnis, sistem ekonomi negara mencerminkan tingkat kepemilikan pemerintah atas bisnis dan investasi pemerintah dalam bisnis.
Kondisi ekonomi, Untuk memprediksi banyaknya permintaan akan produk di negara asing tersebut , suatu perusahaan harus mencoba untuk meramalkan kondisi ekonomi di negara tersebut. Kinerja keseluruhan dari perusahaan tersebut bergantung pada pertumbuhan ekonomi dari negara asing tersebut.
Nilai Tukar, Perusahaan pun harus memperhitungkan jumlah nilai tukar mata uang pada suatu negara tersebut sebelum memulai suatu bisnis . Apakah dapat mengalami perubahan yang cukup drastis dalam waktu singkat?. Karena perubahan tersebut dapat memberikan dampak negatif bagi perusahaan.

Risiko politik dan undang-undang, Suatu perusahaan juga harus mempertimbangkan risiko politik dan iklim regulasi dari suatu negara sebelum memutuskan untuk menjalankan bisnis di sana. Risiko politik adalah risiko bahwa tindakan politik suatu negara dapat berdampak buruk bagi suatu bisnis. Krisis politik telah tejadi di banyak negara di Eropa bagian Timur, Amerika Latin, dan Timur Tengah. Perusahaan - perusahaan AS harus tunduk pada kebijakan yang di berlakukan oleh pemerintah negara asing dimana perusahaan tersebut menjalankan bisnisnya. Perusahaan juga rentan terhadap kemungkinan bahwa masalah politik antara dua pemerintahan dapat menyebabkan pelanggan bereaksi secara negatif terhadap perusahaan tersebut.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar